Saudaraku, semoga Allah membimbingmu untuk selalu taat kepada-Nya.
Ketahuilah, bahwa hanifiyah (1) adalah ajaran Nabi Ibrahim yaitu menyembah kepada Allah semata serta memurnikan agama kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku semata.” (QS. Az-Zariyat : 56). (2)
Makna “untuk beribadah kepadaKu” dalam ayat ini, adalah agar mentauhidkanKu. Perintah Allah yang paling agung adalah tauhid (3); yaitu memurnikan ibadah semata-mata untuk Allah. Sedangkan larangan Allah yang paling besar adalah syirik; yaitu menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya. Allah berfirman:
وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan-Nya.” (QS. An-Nisa; : 36).
Alhanifiyah
| Secara bahasa: diambil dari kata “hanaf”, yang berarti berpaling | Secara istilah syariat: Agama yang berpaling dari kesyirikan menuju kepada keikhlasan tauhid dan iman. Allah berfirman: قَانِتاً لِلّهِ حَنِيفاً yakni; menuju kepada Allah dan berpaling dari kesyrikan. “Alhanif” senantiasa bermakna menuju kepada tauhid dan menjauh dari kesyirikan. |
(2). Pada pembahasan ini, penulis rahimahullah hendak memaparkan, mengapa kita harus mempelajari tauhid? yang mana pada pembahasan sebelumnya telah kami sebutkan pentinganya mempelajari tauhid.
(3) Pengertian Tauhid
| Secara bahasa: berasal dari kata wahhada yuwahhidu tauhiidaan, yang berarti menjadikan sesuatu menjadi satu. | Secara istilah syariat: Mengesakan Allah terhadap yang menjadi kekhususan-Nya, dari rububiyah, uluhiyah dan asma wasifat. |
Perkataan penulis “agar mereka beribadah kepadaKu”, yang bermakna “agar mereka mentauhidkanKu”, yaitu diambil dari perkataan Ibnu ‘Abbas radhi Allahu ‘anhu ketika beliau berkata: “Sesungguhnya setiap ibadah dalam al Qur’an maknanya adalah mentauhidkan.” Seperti:
وَاعْبُدُواْ اللّهَ
“Sembahlah Allah”
Maksudnya adalah tauhidkanlah (esakanlah) Allah.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu.”
Maksudnya adalah wahai manusia tauhidkanlah (esakanlah) Allah.