Setiap manusia akan merasakan kematian, dan itu tidak diragukan lagi. Begitu pula mereka akan dibangkitkah pada hari yang agung, yaitu hari kiamat. Pada saat itu, mereka akan dihisab dan dibalas sesuai amalannya masing-masing.
(2). Barang siapa yang mendustakan tentang hisab dan hari kiamat maka ia telah kafir, karena telah mengingkri salah satu rukun iman.
Allah mengutus semua rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ
“(Kami telah mengutus) Rasul-rasul mejadi penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada lagi suatu alasan bagi mausia membantah Allah setelah para Rasul itu.” (QS. An-Nisa’ : 165).
Rasul pertama adalah Nabi Nuh ‘alaihi salam, dan rasul terakhir adalah nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan penutup para nabi. Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, mulai dari nabi Nuh sampai nabi Muhammad, dengan memerintahkan kepada mereka untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka beribadah kepada thaghut. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya…” (QS. An-Nisa : 163)
Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk kufur terhadap thaghut dan hanya beriman kepadaNya saja. Ibnu Qayyim rahimahullah telah menjelaskan pengertian thaghut dengan mengatakan : “Thaghut ialah segala sesuatu yang diperlakukan manusia secara melampaui batas, baik itu yang disembah atau diikuti atau ditaati.
Setiap Rasul yang diutus kepada tiap-tiap umat, dari Nabi Nuh ‘alaihi sallam sampai kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, semua menyerukan untuk berdibadah kepada Allah semata dan melarang mereka untuk menyembah thagut. Allah berfirman:
(1). Nabi Nuh ‘alaihi salam merupakan rasul pertama: Allah berfirman:
(إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya…” (QS. An-Nisa : 163)
Adapun dalil, bahwa awal para Nabi adalah Adam ‘alahi sallam yaitu ketika Rasulullah ditanya tentang Adam ‘alaihi salam, apakah dia Nabi? Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam menjawab: “dia adalah Nabi dan juga mukallam (diajak bicara oleh Allah)”.
Adapun Penutup para nabi adalah nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah berfirman:
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Oleh karena itu, jika ada yang mengaku sebagai nabi atau rasul setelah wafatnya Rasulullah, maka dia adalah pendusta dan kafir. Begitu pula jika ada yang membenarkan mereka ini, maka dia telah kafir pula.
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS: An-Nahl ;36)
Thaghut itu banyak macamnya, namun tokoh-tokohnya ada lima: iblis yang telah dilaknat oleh Allah, orang yang disembah sedang ia sendiri rela, orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya, orang yang mengaku tahu perkara yang ghaib, orang yang berhukum dengan selain hukum Allah.
Dalilinya adalah firman Allah Ta’ala :
لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu, barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang amat kuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ; 256).
Inilah makna Laa ilaha illallah, dan di dalam hadits “ Pokok dari segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak dari semua agama adalah jihad di jalan Allah. Allahu a’lam. Washalallahu ‘ala Muhammad wa’ala alihi washahbihi wasallam.
Allah mengutus para Nabi dan Rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.
Mereka semua
berda’wah kepada tauhid serta memerangi thagut dan kesyirkan. Allah berfirman:
(Dan kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat), yakni setiap kelompok,
(sembahlah Allah), yakni; tauhidkanlah Allah,
(jauhilah thagut), yakni; jadikanlah thaghut di satu kutub, dan kamu di kutub yang lainnya. Ayat ini lebih tajam untuk membuat lari dan menjauhkan dari kesyirikan. Hal ini merupakan bagian dari perealisasian berlepas diri dari kesyirkan dan pelaku-pelakunya.
Allah telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk kufur terhadap thaghut dan hanya beriman kepada-Nya saja. Bahwa sebelum beriman kepada Allah, diharuskan terlebih dahulu untuk inkar kepada semua thaghut. Allah berfirman:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ
“Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan iman kepada Allah.”
Thaghut ialah segala sesuatu yang diperlakukan manusia secara melampaui batas baik itu disembah (seperti bebatuan dan pepohonan) atau diikuti (seperti ulama-ulama buruk) atau ditaati (seperti para pemimpin yang keluar dari ketaatan kepada Allah).
Thaghut itu banyak macamnya, namun tokoh-tokohnya ada lima : iblis yang telah dilaknat oleh Allah, orang yang disembah sedang ia sendiri rela, orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya, orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, orang yang berhukum dengan selain hukum Allah.
Berhukum dengan hukum selain Allah
| Kufur besar Jika berkeyakianan hukum buatan manusia sama dengan hukum buatan Allah Ta’ala atau lebih baik darinya. | Kufur kecil Jika seseorang berkeyakinan bahwa hukum selain Allah itu batil, akan tetapi ia tetap berhukum dengannya karena hawa nafsuh atau cinta kedudukan atau sebab-sebab lain. |
Macam- macam jihad (Perkataan Ibnul Qayyim Al Jauziyah)
| Jihad melawan jiwa Terealisasi dengan (ilmu, amal, da’wah di jalan Allah dan sabar). | Jihad melawan setan Terealisasi dengan meninggalkan syubhat (syirik, bid’ah) dan syahwat (dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil. | Jihad melawan kaum kafir dan munafik Terealisasi dengan hati,lisan, anggota badan dan harta | Jihad melawan tokoh-tokoh bid’ah, kezaliman dan pelaku kemungkaran Terealisasi dengan tangan, lisan dan hati. |
Penutup
Wajib bagi setiap yang berakal untuk memperhatikan kitab yang agung ini dan mempelajarinya karena di dalamnya terkandung pokok-pokok Islam yang dibutuhkan seorang muslim di alam kubur.
Demikianlah, Allahu a’lam, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
(Bagan Ringkasan Ushulu Tsalatsah)
Ushulu Tsalatsah (tiga pertanyaan kubur) disertai dalil-dalilnya.
Alasan mempelajarinya adalah: untuk menjawab pertanyaan kubur, karena disertai dalil-dalil, nasehat para ulama, ringkas dan jelas, didalamnya terdapat ushul yang penting dan di dalamnya terdapat doa bagi penuntut ilmu (ini adalah tanda perhatian yang baik dari penulis, dan keinginannya supaya manusia memperoleh kebaikan), perhatian ulama terhadap kitab ini, Allah telah menjadikannya diterima.
| Empat perkara yang wajib dipelajari beserta dalilnya ( surat Al -'Asr ) | |||||
| Ilmu | Beramal dengan ilmu | Berda"wah | Sabar | ||
| Yaitu mengetahui Allah, mengetahui NabiNya, dan mengetahui agama Islam disertai dalil-dalilnya. | (Ilmu memanggil amalan, jika amalan menjawabnya maka ilmu tetap terjaga, kalau tidak ia akan berlalu). (Seorang’alim yang tidak mengamalkan ilmunya, maka ia diazab terlebih dahulu sebelum para penyembah berhala). | Syarat-syarat berda’wah: iklas, memiliki ilmu syariat, mengetahui keadaan yang dida’wahi, hikmah, dan sabar. | Yang pertama kali dida’wahkan adalah da’wahnya para nabi dan rasul. Tingkatan yang paling tinggi dalam berda’wah adalah da’wah kepada tauhid dan memberantas kesyirikan. | Sabar di atas ketaatan, seperti melaksanakan shalat. Sabar menjauhi maksiat seperti riba. Sabar atas takdir Allah yang menyakitkan, seperti kefakiran. | Maksud penulis dengan sabar disini adalah sabar menuntut ilmu, beramal, dan berda’wah. |
| Tiga perkara yang wajib dipelajari dan diamalkan | ||
| (Tauhid rububiyah) bahwa mengesakan Allah dalam rububiyah berkonsekuensi untuk mengesakanNya dalam Uluhiyah. | Ikhlas ( tauhid uluhiyah). | Berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya; dengan hati (membencinya), dengan lisan (ucapan: ”sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah)”, dengan anggota tubuh (tidak berpartisipasi dalam hari raya mereka, seperti upacara hari besar mereka, dan tidak bertasyabuh dengan mereka. |
| Sebab-sebab mempelajari tauhid |
| Merupakan agama yang lurus. Merupakan perintah Allah kepada para Nabi dan semua manusia. Sebagai sebab penciptaan mereka. Perintah yang paling besar. Supaya kita tidak terjatuh kepada kesyirikan, yang merupakan larangan yang paling besar. Tidak ada yang paling bermanfaat bagi hati melebihi tauhid dan mengiklaskan ibadah kepada Allah serta tidak ada yang paling membahayakan hati melebihi kesyirikan. Karena tauhid inilah para Rasul diutus dan kitab-kitab diturunkan. Sebagai penghapus dosa-dosa. Mengantarkan kepada surga dan menyelamatkan dari nereka. Tidak ada amalan apa pun yang dapat diterima melainkan dengannya. Setiap ayat di dalam Al-Qur’an terkandung didalamnya tauhid, menyaksikan dan menyeru kepadanya. Sebagai sebab lapangnya hati, ketenangan, tegaknya rasa aman, manisnya iman, dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wasallam. Tidak ada yang menyelesaikan kesusahan dunia melebihi tauhid. |
| Ushuulu tsalatsah (tiga pertanyaan kubur) | ||
| Mengenal Allah Ta'ala Siapa tuhanmu, dengan apa kamu mengetahui Rabmu, Rab dialah yang disembah. Macam-macam ibadah yang Allah perintahkan denganya, hukum bagi mereka yang yeng memalingkan sesuatu ibadah kepada selain Allah beserta dalil-dalilnya. | Mengenal agama Islambeserta dalil-dalilnya Pengertian Islam, tingkatan-tingkatan dalam agama Islam, rukun-rukun Islam, pengertian syahadat, rukun-rukun iman, cabang-cabang keimanan, ihsan, dalil-dalil tingkatan dalam agama, tanda-tanda hari kiamat. | Mengenal nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam Garis keturunannya, kelahiranya, umurnya, kenabian dan kerasulanya, negrinya, hikmah diutusnya, lama da’wahnya terhadap tauhid, isra dan mi'raj, dimana dan kapan diwajibkan shalat, hijrah (hukum dan waktunya), kapankah disyariatkan sisa dari pada syariat,lama beliau berda’wah, wafatnya, inti ajaran agama yang dibawanya, keumuman risalahnya bagi jin dan manusia, kesempurnaan agama dan cukupnya nikmat. |
| Penutup | ||||||
| Kebangkitan setelah mati, hisab atas amalan-amalan, kufurnya orang yang mendustakan hari kebangkitan, tugas para rasul dan dawah mereka, rasul yang pertama dan terakhir, dua rukun tauhid: kufur dengan thaghut dan iman kepada Allah ta'ala, pengertian thaghut, pemimpin thaghut, sifat kufur terhadap thaghut, makna lailaha illallah, Islam adalah pokok agama, tiang agama adalah shalat, puncak dari agama adalah jihad. | Macam-macam jihad | |||||
| Jiwa | Setan | Kaum kafir dan munafiq | ||||
| Terealisasi dengan surat al-'asr ( berilmu, beramal denganya, da’wah dengan ilmu dan bersabar). | Syahwat | Syubhat | Terealisasi dengan hati,lisan, anggota badan dan harta. | |||
| Dosa besar : ( segala bentuk dosa yang berdampak pada hukuman yang khusus) | Dosa kecil: ( segala keharaman yang tidak berdampak pada hukuman yang khusus) | Syirik besar (mengeluarkan dari Islam), dan syirik kecil | Bid'ah | |||
| Thaghut | Yaitu segala sesuatu yang diperlakukan manusia secara melampaui batas, baik dari menyembahnya ( batu dan pohon) atau diikuti ( ulama-ulama yang buruk) atau ditaati ( pemimpin yang keluar dari ketaatan kepada Allah). Thagut itu sangat banyak, akan tetapi pemimpin mereka ada lima: iblis, mereka yang diibadahi dalam keadaan ridha, mereka yang menyeru manusia untuk menyembah kepada dirinya sendiri, mereka yang mengaku mengetahui ilmu ghaib, mereka yang berhukum dengan hukum selain Allah. | |||||