01 Ad-Durus Al-Muhimmah (muqoddimah, keadaan salafus soleh dengan alqur'an)


Syaikh bin Baz rahimahullah berkata: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan balasan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya, Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
Ini adalah tulisan yang ringkas untuk menerangkan perkara-perkara yang wajib diketahui oleh segenap umat berkaitan dengan agama mereka. Dan saya namakan dengan Adduruusul Muhimmah li ‘Ammatil Ummah (Beberapa Pelajaran Penting Bagi Segenap Umat). Dengan tulisan ini, saya memohon kepada Allah agar dapat memberikan manfaat bagi kaum muslimin dan dapat menerima jerih payahku ini. Sesungguhnya Dia Maha Mulia lagi Maha Pemberi.
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Mengapa kita mempelajari kitab Adduruusul Muhimmah? Karena tulisan ini sangat penting, sebagaimana yang telah dikatakan oleh penulis dengan kata “muhimmah” (penting) dan nasehat para ulama untuk mempelajarinya.
Kalau ada yang bertanya, betul ini sangat penting, akan tetapi hanya bagi masyarakat biasa. Tapi saya ini adalah penuntut ilmu, dan kedudukan saya lebih tinggi dari pada mereka?
Jawabannya: kita bertanya kepada si penanya tentang isi tulisan ini. Jikalau dia tidak mengetahuinya, maka masyarakat awam (biasa) lebih baik dari dia. Oleh karena itu, selayaknya bagi penuntut ilmu untuk tawadhu dan tidak sombong terhadap ilmu dan para ulama. Serta hendaklah berjalan sesuai garis yang telah ditempuh para ulama rabbani. Dalam sahih Bukhari, imam Mujahid berkata:
لا يتعلَّم العلم مُستَحٍ ولا مُستَكبرٌ
“Seorang yang malu dan sombong tidak akan mendapatkan ilmu.”
Apakah Kandungan-Kandungan dari Kitab Adduruusul Muhimmah?
- Metode para salaf dalam membaca Alqur’an, mengahafalnya, mentadaburinya dan mengamalkannya.
- Penjelasan tentang Islam, iman, ihsan, tauhid dan macam-macam syirik.
- Penjelasan tentang shalat.
- Penjelasan tentang wudhu.
- Berhias dengan akhlak-akhlak yang disyariatkan dan beradab dengan adab-adab Islam.
- Peringatan dari syirik dan jenis-jenis maksiat.
Penyelenggaraan jenazah, menshalatkannya dan menguburkannya
| Mengapa Para Ulama Memulai Tulisan Mereka dengan Basmalah? |
| Mencontoh kitab Allah serta mencontoh para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. | Sebagai perealisasian dari hadits “setiap perkara yang tidak dimulai dengan basmalah maka terputus”. | Meneladani para ulama salaf terdahulu. | Untuk mencari keberuntungan dan tabaruk dengan nama Allah Ta'ala. |


Penjelasan
Dalam menghafal Alqur'an seyogyanya dihafal -sesuai dengan metode para ulama salaf- setiap hari sepuluh ayat lalu membaca syarahnya (penjelasannya) dari tafsir yang ringkas, seperti tafsir Ibn Sa’di, dan meminta pertolongan kepada Allah agar dapat mengamalkannya.
Tafsir Apakah yang Perlu Dibaca Pertama Kali Bagi Penuntut Ilmu?
Disarankan kepada penuntut ilmu untuk memulai dengan tafsir Taisirul Karimir Rahman fii Tafsiiri Kalaamil Mannan, karya Syaikh Abdur Rahman bin Nashir Assa’di rahimahullah.
Nasehat para ulama dan perhatian mereka dengan
Kitab ini sangat ringkas sehingga layak untuk dibaca para penuntut ilmu.
Bahasanya mudah dan jelas, tidak ada kerancuan di dalamnya.
Penulis rahimahullah sangat fokus dengan tauhid.
Sebutkan Pembagian Manusia dalam Berinteraksi dengan Alqur’an.
Golongan yang meremehkan
Golongan yang memboikot Alqur’an, yaitu:
Golongan yang berlebih-lebihan
Golongan yang membaca dan menghafalnya. Akan tetapi tidak mentadaburi dan mengamalkannya
Golongan pertengahan
Golongan yang tekun dalam membacanya, mengahafalnya, mentadaburinya dan meminta pertolongan kepada Allah untuk mengamalkannya. Mereka ini adalah para salafus shalih dan yang mengikuti mereka.

| Tidak membacanya | Tidak menghafalnya | Tidak mentadaburinya | Tidak mengamalkannya | Tidak berobat dengannya |
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Dan Rasul (Muhammad) Berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Alqur'an ini sesuatu diabaikan". (QS. Al-Furqaan: 30)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya dari tulang sulbi laki-laki ini dan keturunannya akan ada kaumnya yang membaca Alqur’an namun tidak melewati kerongkongan-kerongkongan mereka. Mereka membunuhi kaum muslimin dan membiarkan penyembah-penyembah berhala. Mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meleset dari sasarannya. Apabila saya menjumpai mereka, maka saya betul-betul membunuh mereka sebagaimana pembunuhannya kaum ‘Aad".
Saksikan terlebih dahulu cuplikan video ini, kemudian jawablah soal latihan berikut: