19 Ad-Durus Al-Muhimmah (Tafsir Surat An-Nas)
Tafsir Surat An-Nas (Surat Madaniyah)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6. Dari (golongan) jin dan manusia.
Tafsir:
(1-6). Terkandung dalam surat ini permintaan perlindungan kepada Tuhan, Raja dan sesembahan manusia dari setan-setan yang merupakan sumber dan unsur dari segala keburukan. Termasuk fitnah dan kejahatannya; membisikkan kejahatan dalam dada manusia, memperindah keburukan dan menampakannya dalam gambaran yang paling cantik serta menggerakkan keinginan mereka untuk melakukanya, menghalangi manusia dari kebaikan dan menampakan kebaikan bukan sesuai gambarannya. Setan selalu seperti ini, menggoda lalu bersembunyi; yaitu mengakhirkan godaan jika seorang hamba mengingat penciptanya dan meminta pertolongan kepada Allah untuk melawannya. Maka sudah selayaknya untuk meminta pertolongan dan perlindungan dengan rububiyah Allah yang menciptakan semua manusia; karena semua makhluk masuk di bawah rububiyah dan kerajaan Allah, bahkan semua hewan melata Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Begitu pula, perlunya meminta perlindungan dengan uluhiyah-Nya yang merupakan tujuan manusia diciptakan.
Kehidupan manusia tidak akan sempurna melainkan dengan dicegah dari kejahatan musuh-musuhnya yang ingin memutus dan mencegah hubungannya dengan Allah serta ingin menjadikannya golongannya agar menjadi penghuni neraka. Sebagaimana bisikan-bisikan kejahatan berasal dari jin begitu pula bisa bersumber dari manusia, oleh kerena itu dia berfirman: {Dari jin dan manusia}.
Alhamdulillahi rabil'alamin, Pertama dan terakhir, secara zahir maupun secara batin marilah kita meminta kepada Allah supaya menyempurnakan nikmat-Nya, memaafkan dosa-dosa kita yang telah menghalangi antara kita dan dari berbagai berkah-Nya, serta mengampuni kesalahan-kesalahan dan keinginan-keinginan yang hilang dari hati kita untuk mentadaburi ayat-ayat-Nya. Kita mengharap dan meminta supaya Allah tidak menghalangi kita dari kebaikan-kebaikan yang ada disisi-Nya disebabkan keburukan-keburukan kita. Karena sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir dan orang-orang yang sesat. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad shalallahu alaihi wasallam, keluarga dan sahabat-sahabatnya semuanya, salawat dan salam yang terus menerus pada setiap waktu. Segala puji bagi Allah yang dengan berbagai nikmat-Nya semua kebaikan akan sempurna.