04 Ad-Durus Al-Muhimmah (Tafsir Surat Az-Zalzalah)
Tafsir SuratAz-Zalzalah (SuratMadaniyah)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?"
4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Tafsir:
(1-2). Allah mengabarkan tentang keadaan hari kiamat, bahwa bumi akan gempa, bergoncang dan bergoyang sehingga bangunan-bangunan dan petunjuk-petunjuk yang berada di atasnya menjadi roboh. Gunung-gunung dan anak bukit menjadi sama rata dengan tanah sehingga jadilah lembah yang terbentang, tidak bengkok dan tidak berbukit. {Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat}, yaitu apa-apa yang ada dalam perut bumi, baik yang mati ataupun harta yang terpendam di dalamnya.
(3). {Dan manusia berkata}, ketika melihat apa yang menimpanya dari perkara besar, -dengan
keadaan tercengang- : {Apa yang terjadi pada bumi ini}, yaitu apa yang menimpanya?!
(4-5). {Pada hari itu dia menyampaikan}, bumi (beritanya), yaitu bersaksi atas orang-orang yang beramal tentang apa yang mereka amalkan di atasnya dari kebaikan maupun keburukan. Sebab, bumi termasuk sejumlah saksi yang bersaksi atas para hamba yang beramal. Itu terjadi {karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan padanya}, yaitu memerintahnya untuk menyampaikan berbagai macam amalan-amalan yang dikerjakan di atasnya. Dan bumi tidak membangkang sedikitpun atas perintah-Nya.
(6). {Pada hari itu manusia keluar}, dari tempat perkumpulan hari kiamat -ketika Allah mengadili mereka- {berkelompok-kelompok}, yaitu kelompok yang berbeda-beda {untuk diperlihatkan amalan-amalan mereka}, yaitu supaya Allah memperlihatkan apa-apa yang mereka amalkan dari keburukan dan kebaikan dan juga memperlihatkan kepada mereka balasan yang sempurna.
(7-8). {Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah niscaya dia akan melihatnya dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah niscaya dia akan melihatny}). Ini mencakup dan umum bagi semua kebaikan dan keburukan; karena kalau dia bisa melihat seberat dzarrah, yang itu merupakan paling kecil dan ringannya sesuatu, maka yang lebih besar dari itu lebih utama dan pantas untuk dilihat. Sebagaimana firman Allah:
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَراً وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَداً بَعِيداً
Pada hari semua jiwa akan mendapatkan apa yang dia amalkan, ketika amalan kebaikan dan keburukannya dihadirkan ia menginginkan andai antara dia dan amalannya tersebut ada batas waktu yang jauh).
وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِراً
(Dan mereka mendapatkan amalan-amalan mereka hadir).
Ini sebagai motivasi untuk melakukan amalan kebaikan walaupun hanya sedikit dan ancaman dari perbuatan buruk walaupun itu dipandang rendah.