12 Ad-Durus Al-Muhimmah (Tafsir surat Al Ma'un)
Tafsir Surat Al-Ma’un (Surat Makiyah)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. Orang-orang yang berbuat riya,
7. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Tafsir:
(1). Allah berfirman untuk mencela orang-orang yang meninggalkan hak-hak Allah dan hak-hak hamba-Nya: {Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?}, yaitu yang mendustakan kebangkitan dan balasan, yang dia tidak beriman kepada apa yang didatangkan para Rasul.
(2). {Maka itulah orang yang menghardik anak yatim}, yaitu mengusir dengan kasar dan keras serta tidak mengasihaninya; disebabkan hatinya yang bengis dan tidak mengharap balasan serta tidak takut terhadap azab.
(3). {Dan tidak mendorong} selainya {untuk memberi makan fakir miskin}, lebih-lebih dirinya sendiri tidak mungkin memberi makan orang-orang miskin.
(4-5). {Kecelakaan bagi orang-orang yang shalat}, yaitu yang istiqamah mengerjakan shalat, akan tetapi {terhadap shalat mereka lalai}, yaitu menyia-nyiakan shalatnya, meninggalkan waktu-waktunya dan tidak memperhatikan rukun-rukunnya. Ini terjadi, karena tidak adanya perhatian mereka dengan perintah Allah. Sebab itulah mereka menyia-nyiakan shalat yang merupakan perintah yang paling utama. Karena kelalaian dari shalat tersebut, maka pelakunya pantas untuk dicela dan dikecam. Adapun lupa di dalam shalat maka ini akan terjadi pada setiap orang walaupun itu dari nabi Muhammad shalallahu ‘alahi wasallam sendiri.
(5-7). Oleh karena itu, Allah mensifati mereka sebagai orang-orang yang riya, kasar dan tidak memiliki sifat belas kasih, Allah berfirman: {Yang mereka berbuat riya}, yaitu beramal supaya dilihat manusia. {Dan enggan memberi bantuan}, yaitu enggan memberi sesuatu padahal pemberian itu tidak memudharatkannya, baik itu ketika dia pinjamkan ataupun dia hibahkan, seperti belanga, timba, kampak, dan semisalnya, dimana dalam adat kebiasaan sudah menjadi lumrah untuk mendermakan dan bermurah hati terhadap hal-hal seperti itu. Mereka ini, dikarenakan ketamakan yang sangat, telah membawa mereka tidak mau berderma, bagaimana lagi kalau lebih dari itu?!
Pada surat ini terdapat: anjuran dan motivasi untuk memberi makan anak yatim dan fakir miskin, agar memperhatikan dan menjaga shalat serta ikhlas dalam mengerjakannya, supaya ikhlas untuk mengerjakan semua amalan, serta anjuran untuk berbuat yang ma’ruf dan mendermakan perkara-perkara kecil, seperti meminjamkan belanga, timba, buku, dan semisalnya; sebab Allah Ta’ala mencela orang-orang yang tidak melakukan itu. Allah a’lam.